GOWA — Keterlibatan dosen dan alumni Institut ’Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) sebagai pengajar dalam program Penguatan Pembelajaran Mata Pelajaran Khusus (PPMK) yang berlangsung pada 25 Oktober hingga 15 Desember, menegaskan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan berdampak di Sulawesi Selatan. Program yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Mata Garuda LPDP Sulawesi Selatan ini menghadirkan ratusan pengajar terpilih ke sekolah-sekolah di 24 kabupaten/kota, dengan membawa pendekatan pembelajaran berstandar internasional ke ruang kelas.
Program tersebut melibatkan lebih dari 400 pengajar yang terdiri atas alumni dan awardee LPDP dari berbagai latar belakang keilmuan. Fokus pembelajaran mencakup mata pelajaran strategis, seperti Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, hingga Koding, dengan total 16 kali pertemuan di setiap sekolah selama periode pelaksanaan. Dalam skema besar ini, dosen dan alumni INASS turut berperan sebagai pengajar Bahasa Inggris yang secara keseluruhan berjumlah 186 orang.

Adapun dosen INASS yang terlibat sebagai narasumber antara lain Dr. Suryani Jihad, S.Pd., M.Pd., Aminah, S.Pd.I., M.Pd., Fatmawati Akhmad, S.Pd., M.A., serta Patur Rahman, S.Pd., M.Pd. Kontribusi alumni INASS diperkuat oleh Mursidin Yusuf, S.Pd., M.Ed., dan Faiqah, S.Pd., M.A TESOL, yang juga merupakan alumni LPDP dengan pengalaman studi di dalam dan luar negeri. Keterlibatan mereka tidak hanya mengisi ruang kelas, tetapi juga menjadi jembatan inspirasi bagi siswa SMA kelas XI di 10 sekolah berbeda di Sulawesi Selatan selama rentang kegiatan berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Andi Iqbal Najamuddin, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.
“Ini bukan hanya soal materi pelajaran, tetapi juga tentang wawasan global dan motivasi. Anak-anak Sulsel belajar langsung dari pengajar yang pernah menempuh pendidikan di kampus-kampus dunia,” ujarnya. Pendekatan ini selaras dengan metode pembelajaran yang diterapkan oleh dosen dan alumni INASS, yang menekankan pembelajaran interaktif, kontekstual, dan relevan dengan karakter generasi muda.

Selain kegiatan tatap muka di sekolah selama periode 25 Oktober–15 Desember, program MG Sulsel in Action juga diperkuat melalui rangkaian kegiatan pendukung, seperti Penyamaan Persepsi Pengajar, Training of Trainer (ToT), serta program After School berbasis daring yang dilaksanakan selama tiga bulan. Dengan demikian, kontribusi dosen dan alumni INASS tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, alumni LPDP, dan institusi pendidikan tinggi.
Ketua Umum Mata Garuda LPDP Sulawesi Selatan, Asri Ismail, menyebut program ini sebagai gerakan inspiratif yang berorientasi jangka panjang. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi aktif dosen dan alumni INASS yang memosisikan diri tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai role model akademik bagi para siswa.
Melalui keterlibatan ini, INASS kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat serta penguatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Selatan. Program MG Sulsel in Action menjadi ruang strategis bagi dosen dan alumni INASS untuk mentransfer keilmuan, pengalaman global, serta nilai-nilai pendidikan berkemajuan secara langsung kepada generasi muda.