Pelatihan Da’i yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Majelis Tabligh Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan merupakan salah satu bentuk aktualisasi peran mahasiswa dalam penguatan kapasitas spiritual dan intelektual. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Desember 2025, bertempat di mushola Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan, dan berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WITA. Pelatihan ini dirancang sebagai ruang pembinaan yang sistematis bagi mahasiswa dalam menginternalisasi nilai-nilai keislaman yang berkemajuan.
Kegiatan Pelatihan Da’i ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman spiritual para peserta sebagai calon da’i yang tidak hanya memiliki kecakapan retorika dakwah, tetapi juga memiliki landasan moral, etika, dan intelektual yang kuat. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu memaknai dakwah sebagai proses transformasi nilai yang berorientasi pada pencerahan umat dan pembangunan peradaban, sejalan dengan visi mahasiswa Islam yang berkemajuan.

Peserta dalam kegiatan ini terdiri atas pengurus IMM Komisariat Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan, mahasiswa yang tergabung dalam Majelis Tabligh Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan, serta beberapa mahasiswa dari perguruan tinggi luar Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut mencerminkan semangat kolaboratif dan keterbukaan IMM dalam membangun jaringan dakwah yang inklusif dan berorientasi pada penguatan kapasitas kolektif mahasiswa.

Selain berperan sebagai peserta, kader IMM juga berperan aktif sebagai pelaksana kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan teknis di lapangan. Hal ini menunjukkan komitmen kader IMM dalam mengimplementasikan nilai-nilai keorganisasian, kepemimpinan, dan pengabdian kepada umat. Dengan terlaksananya Pelatihan Da’i ini, IMM Komisariat Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan bersama Majelis Tabligh INASS berharap dapat melahirkan kader-kader da’i yang berintegritas, berwawasan keilmuan, dan mampu berkontribusi secara nyata dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Aldi Taufik