Gowa — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) berhasil menyelenggarakan kegiatan Seminar Parenting di Desa Tonasa, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pengasuhan anak di tingkat desa.


Kegiatan ini diikuti oleh para orang tua, kader posyandu, guru PAUD, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang anak. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pola asuh positif, komunikasi efektif antara orang tua dan anak, serta pencegahan kekerasan dan pola pengasuhan yang keliru.
Pelaksanaan seminar berlangsung di balai desa Tonasa dan menjadi salah satu program unggulan mahasiswa KKN INASS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Narasumber yang dihadirkan membahas berbagai materi penting seperti peran orang tua dalam membentuk karakter anak, dampak pola asuh terhadap kesehatan mental, serta pentingnya lingkungan keluarga yang sehat.
Koordinator KKN INASS Desa Tonasa menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih perlunya edukasi bagi masyarakat mengenai pola asuh yang tepat. “Kami melihat banyak orang tua yang belum mendapatkan informasi yang cukup tentang parenting modern yang berbasis pada kebutuhan psikologis anak. Melalui seminar ini, kami ingin membuka wawasan masyarakat agar anak-anak Desa Tonasa tumbuh dengan lebih sehat, percaya diri, dan berkarakter,” ujarnya.


Pemerintah Desa Tonasa mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN INASS yang dinilai sejalan dengan upaya desa dalam meningkatkan kualitas keluarga. Kepala Desa menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk mendukung pembangunan sosial dan pendidikan di desa, terutama dalam menyiapkan generasi muda yang unggul. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN INASS berharap masyarakat Desa Tonasa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta pola pengasuhan yang lebih baik dan berdampak positif bagi masa depan anak-anak di wilayah tersebut.