Gowa — Zakat bukan sekadar kewajiban dalam ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Semangat inilah yang diangkat dalam Kuliah Umum Perdana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) yang dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026, bertempat di Aula Gedung B INASS. Kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan dan Pemberdayaan Zakat di Sulawesi Selatan” sebagai ruang akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran zakat dalam kehidupan sosial dan ekonomi umat.






Kuliah umum ini menghadirkan Dr. Suharli, Lc., M.A., selaku Wakil ketua 1 Baznas kab. Gowa, sebagai pemateri. Diskusi dipandu oleh Wahyuni, demisioner Ketua Umum HMPS Ekonomi Syariah FEBI INASS periode 2025–2026. Kehadiran pemateri dan moderator dalam kegiatan ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan pemahaman mengenai pengelolaan zakat dan pemberdayaannya di tengah masyarakat.
Pengembangan zakat memiliki arti penting dalam mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga berpotensi mendukung pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan. Karena itu, mahasiswa FEBI diharapkan dapat memahami zakat tidak hanya dari sisi konsep dan ketentuan syariah, tetapi juga dari perspektif pengelolaan, pendistribusian, dan dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan.
Sebagai kuliah umum perdana FEBI INASS, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan tradisi akademik yang dekat dengan persoalan nyata umat. Sebab, ilmu ekonomi Islam tidak berhenti pada ruang diskusi dan lembar teori, tetapi menemukan maknanya ketika mampu menghadirkan manfaat bagi kehidupan. Dari ruang akademik, gagasan tentang zakat diharapkan tumbuh menjadi gerakan pemberdayaan yang menebar manfaat, menguatkan kepedulian, dan membuka jalan menuju kesejahteraan umat.
Miswar