GOWA — Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) menyelenggarakan seleksi wawancara calon penerima Beasiswa Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Meeting Lantai 1 Gedung A INASS, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.

Seleksi wawancara ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penerimaan calon penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS. Program ini mencerminkan peran strategis zakat tidak hanya sebagai instrumen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan melalui akses pendidikan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dalam perspektif Islam, zakat memiliki dimensi sosial yang kuat, yakni mendorong pemerataan kesejahteraan dan memperkuat solidaritas antarsesama. Melalui pengelolaan zakat yang produktif dan tepat sasaran, dukungan kepada sektor pendidikan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membuka peluang bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Pelaksanaan wawancara di lingkungan INASS menjadi bagian dari upaya mendukung mahasiswa dalam memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih luas. Beasiswa ini diharapkan dapat membantu mahasiswa mengatasi tantangan pembiayaan pendidikan, sekaligus memotivasi mereka untuk meningkatkan prestasi akademik, mengembangkan kompetensi, dan menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik.

Lebih dari sekadar bantuan finansial, beasiswa yang bersumber dari pengelolaan zakat memiliki nilai pemberdayaan. Mahasiswa penerima beasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui dukungan terhadap akses pendidikan, INASS berharap program Beasiswa Cendekia BAZNAS dapat menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang berilmu, mandiri, dan berdaya. Hal ini sejalan dengan semangat zakat sebagai instrumen untuk menghadirkan kemaslahatan, memperkuat keadilan sosial, dan mendorong perubahan positif dalam kehidupan masyarakat.

Pendidikan dan zakat, ketika dikelola dan diarahkan untuk tujuan pemberdayaan, dapat menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam memutus rantai kemiskinan dan memperluas kesempatan hidup. Dengan demikian, manfaat zakat tidak berhenti pada bantuan yang diterima hari ini, tetapi juga berpotensi melahirkan generasi yang kelak mampu berkontribusi bagi kesejahteraan umat dan bangsa.

Miswar