Baitul Arqam merupakan sebuah bentuk sistem pengkaderan Muhammadiyah dengan modifikasi atau penyesuaian dan penyederhanaan dari Darul Arqam yang berorientasi pada pembinaan ideologi dan kepemimpinan untuk menciptakan kesamaan dan kesatuan sikap, integritas, wawasan dan cara berpikir di kalangan Pimpinan maupun anggota Persyarikatan dalam melaksanakan misi Muhammadiyah.
[smartslider3 slider=””39″”]
Sebagai salah satu kampus di bawah naungan Muhammadiyah, Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan perdana melakukan Baitul Arqam bagi mahasiswa tingkat akhir. Selain wujud ideologisasi kemuhammadiyahan, kegiatan ini juga menjadi prasyarat penyelesaian studi di kampus yang baru saja alih kelola ini. Baitul Arqam untuk Angkatan I ini dilaksanakan pada tanggal 18-19 Juni 2025, bertempat di Gedung Serbaguna Aisyiyah, Makassar.
Yang bertindak selaku pemateri pada kesempatan ini adalah Ustadz Ahmad Nashir, S.Pd.i., M.Pd.I., Saiful Kaharuddin, S.Pd., M.Pd., Dr. Ummi Khaerati Syam, Dr. Hj. Nurlinda Aziz, S.S., M.Si., Prof. Dr. Hj. Lumu Taris, M.Pd., dan rektor yakni Dr. Nurhayati Aziz, S.E., M.Si. Di awal pertemuan, terdapat orientasi, pre-test, dan kontrak belajar. Adapun materi yang disampaikan di hari pertama adalah mengenai ibadah praktis, Ideologi Muhammadiyah, KeAisyiyahan, Universitaria, dan di penghjung hari diadakan muhasabah diri. Berlanjut di hari kedua, mahasiswa melakukan shalat lail, shalat shubuh, dan fathul qulub. Setelah outbond, makan dan mandi, dilanjutkan dengan materi Profil dan Transformasi kader, lalu materi tentang komunikasi efektif. Akhir kegiatan diadakan Post Test dan Penutupan.
[smartslider3 slider=””40″”]
Di sisi lain, seorang alumni terbaik 2024, yakni Fahira Tuzzahra, S.Pd. berada di Yogyakarta saat ini karena lolos mengikuti Baitul Arqam Muhammadiyah Scholarship Preparation Program Batch VII yang juga diikuti oleh seluruh peserta yang telah melewati seleksi ketat se-Indonesia. Tujuan dari kegiatan adalah menciptakan kader muhamadiyah yang berkemajuan dan Go international dengan memberikan program intensif selama 3 bulan meliputi baitul arqam, pelatihan IELTS, pembimbingan dan konsultasi study luar negeri, dan networking. Esok hari, tanggal 21 Juni seluruh peserta akan menuju Surakarta dan akan diberikan bimbingan hingga September mendatang.
Pesertanya adalah seluruh Indonesia mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, namun saat ini tidak ada yang apply dari Papua. Semua peserta berasal dari PTMA dan majelis ORTOM muhammadiyah yang ingin melanjutkan study Magister dan PhD keluar negeri. Diharapkan dari kagiatan ini, seluruh peserta siap melanjutkan studi lalu kembali mengabdi untuk negeri, bangsa, dan agama.