Site icon Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS)

INASS Teguhkan Komitmen Ideologi dalam Pengajian Ramadan 1447 H PWM Sulsel.

Makassar — Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan ideologi Muhammadiyah melalui kehadiran pada Pengajian Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan. Kegiatan bertema “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis” ini berlangsung pada Sabtu–Ahad, 11–12 Ramadan 1447 H (28 Februari–1 Maret 2026) di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Makassar.

INASS diwakili langsung oleh Rektor Dr. Nurhayati Azis, S.E., M.Si dan Wakil Rektor Nur Hikmah, S.Pd.I., M.Pd. Kehadiran pimpinan INASS menjadi bagian dari konsolidasi ideologis bersama unsur pimpinan Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan yang berjumlah 247 peserta, terdiri atas jajaran PWM, majelis dan lembaga, organisasi otonom, pimpinan daerah Muhammadiyah, hingga pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung khidmat dan penuh nuansa reflektif khas Ramadan. Rangkaian materi disampaikan secara sistematis, dimulai dari kajian genealogis pemikiran akidah Muhammadiyah dalam perspektif teologi Islam klasik, pemetaan isu-isu akidah kontemporer, hingga pembahasan manhaj tarjih dan rekonstruksi akidah Islam berkemajuan. Diskusi berkembang dinamis, terutama ketika para pemateri mengaitkan konsep tauhid murni dengan tantangan sosial, pendidikan, dan ekonomi umat di era modern.

Pada sesi-sesi berikutnya, pembahasan semakin aplikatif melalui materi tentang aktualisasi tauhid dalam praksis Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), penguatan ekonomi umat berbasis nilai akidah, serta pengembangan masjid dan pusat kegiatan keagamaan sebagai episentrum pemberdayaan masyarakat. Bagi INASS, sesi-sesi ini memberikan perspektif konkret bahwa penguatan akidah tidak hanya berhenti pada dimensi teologis, tetapi harus menjelma dalam tata kelola lembaga, budaya akademik, dan kontribusi sosial.

Rektor INASS, Dr. Nurhayati Azis, S.E., M.Si, menilai bahwa pengajian ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah pengembangan institusi pendidikan tinggi ‘Aisyiyah agar tetap berpijak pada tauhid murni dan nilai Islam berkemajuan. Ia menegaskan bahwa integrasi antara kekuatan ideologis dan profesionalisme kelembagaan merupakan kunci dalam membangun perguruan tinggi yang berdaya saing sekaligus berkarakter.

Sementara itu, Wakil Rektor INASS, Nur Hikmah, S.Pd.I., M.Pd, menyampaikan bahwa materi-materi yang disampaikan memperkaya wawasan kepemimpinan kampus dalam mengaktualisasikan nilai akidah pada level kebijakan dan implementasi program. Menurutnya, kampus sebagai Amal Usaha Muhammadiyah memiliki tanggung jawab strategis dalam melahirkan generasi yang kokoh secara akidah dan progresif dalam pemikiran.

Pengajian Ramadan 1447 H PWM Sulsel secara resmi ditutup oleh Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa perluasan paham tauhid murni harus menjadi gerakan kolektif yang mengakar dalam seluruh lini persyarikatan, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.

Bagi INASS, keikutsertaan dalam kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari proses penguatan fondasi ideologis institusi. Nilai-nilai yang diperoleh dari forum ini diharapkan menjadi energi baru dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang unggul, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Rusli_

Exit mobile version