Site icon Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS)

Menata logika, Menjaga ilmu: Follow up materi Kerangka Berpikir ilmiah di lingkungan HTN INASS.

Departemen Advokasi dan Keilmuan Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tatanegara (HMPS HTN) Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Follow Up Materi Kerangka Berpikir Ilmiah (KBI) pada Kamis, 17 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung B INASS pada pukul 16.00–17.30 WITA dan diikuti oleh pengurus HMPS HTN serta mahasiswa Hukum Tataegara angkatan 2025. Kegiatan ini menjadi bagian integral dari program kerja departemen dalam penguatan kapasitas akademik mahasiswa.

Kegiatan follow up ini menghadirkan Binta Inas Syafiqah, anggota Departemen Advokasi dan Keilmuan HMPS HTN periode 2025–2026, sebagai pemantik diskusi yang dimoderatori oleh Inil Mardia. Kehadiran pemantik tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi lanjutan, tetapi juga sebagai fasilitator yang mengarahkan peserta untuk merefleksikan kembali pemahaman mereka mengenai alur berpikir ilmiah secara kritis dan aplikatif.

Secara substantif, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak berhenti pada tahap menghafal konsep kerangka berpikir ilmiah, melainkan mampu menerapkannya secara logis dan sistematis. Melalui forum interaktif, peserta diajak untuk menyusun kerangka berpikir yang runtut mulai dari perumusan masalah, kajian teori, hingga penarikan hipotesis. Selain itu, pemantik meluruskan berbagai miskonsepsi yang kerap terjadi, khususnya dalam membedakan kerangka teori, kerangka konsep, dan kerangka berpikir ilmiah.

Lebih jauh, kegiatan follow up ini berfungsi menjaga konsistensi logika ilmiah agar kerangka berpikir benar-benar menjadi jembatan konseptual yang kuat antara teori dan metode penelitian. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memiliki fondasi intelektual yang matang dalam menyusun karya ilmiah, khususnya proposal dan skripsi di bidang Hukum Tata Negara. Kegiatan ini menegaskan komitmen HMPS HTN INASS dalam membangun tradisi akademik yang kritis, sistematis, dan berkelanjutan.

Aldi Taufik

Exit mobile version