Makassar — Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan tinggi di Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan pada Rabu, 17 Januari 2026 / 18 Rajab 1447 H. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut berlangsung di Jl. KH. Abd. Jabbar Asyiri No. 10, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, dan diikuti dengan antusias oleh para santri, pendidik, serta civitas akademika.
Kegiatan sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Dra. Masry Waty Malik, M.Th.I, selaku Direktur PPPUM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran pimpinan INASS di lingkungan Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin. Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini merupakan momentum strategis untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada para santri mengenai pilihan dan peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan ke-‘Aisyiyahan. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi perempuan yang cerdas, berkarakter, serta memiliki daya saing di masa depan.
Rektor Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Dr. Nur Hayati Azis, S.E., M.Si, dalam paparannya menjelaskan profil, visi, serta arah pengembangan INASS. Ia menyampaikan bahwa INASS terus berkomitmen meningkatkan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta penguatan tridharma perguruan tinggi. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa INASS memiliki visi jangka panjang untuk bertransformasi menjadi sebuah universitas. Target tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya memperluas cakupan keilmuan, membuka program studi yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta memperkuat peran institusi dalam mencetak sumber daya manusia perempuan yang unggul, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) INASS, Prof. Dr. Gagaring Pagalung, S.E., M.Si., Ak., CA, menekankan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak hanya bersifat pengenalan institusi, tetapi juga sebagai langkah awal membangun kolaborasi jangka panjang antara INASS dan Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin. Ia menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan integritas santri, sementara perguruan tinggi berperan dalam mengembangkan kapasitas intelektual dan profesional. Sinergi keduanya diharapkan mampu melahirkan generasi perempuan yang berilmu, berakhlak, serta siap mengambil peran kepemimpinan di tengah masyarakat.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi, dialog, serta sesi tanya jawab yang memberikan ruang bagi para santri untuk menggali informasi lebih dalam mengenai dunia perguruan tinggi, sistem perkuliahan, serta peluang pengembangan diri di INASS. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, yang dikemas secara komunikatif dan inspiratif.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur PPPUM, Rektor INASS, Ketua BPH INASS, beserta jajaran pimpinan dan pendidik Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin, serta seluruh civitas akademika Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung penguatan pendidikan perempuan berbasis nilai-nilai Islam dan kemajuan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terjalin hubungan kelembagaan yang semakin erat antara Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin dan Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam menyiapkan generasi perempuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian sosial, sehingga mampu berkontribusi secara nyata bagi umat, bangsa, dan persyarikatan di masa mendatang.
Rusli_

