Mahasiswa Institut ’Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) menggelar aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana bagi para korban bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 16.00–19.00 WITA sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak musibah. Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan berbagai unsur mahasiswa, mulai dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), seluruh Himpunan Mahasiswa Program Studi, hingga mahasiswa dari semester awal sampai tingkat akhir. Keterlibatan lintas organisasi ini mencerminkan kuatnya sinergi, solidaritas, serta semangat gotong royong di lingkungan civitas akademika INASS dalam merespons bencana kemanusiaan.

Penggalangan dana dipusatkan di kawasan Lampu Merah Jl. Boulevard, salah satu titik lalu lintas padat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak partisipasi masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penggalangan dana melalui metode door to door di area sekitar kampus serta permukiman warga sebagai upaya memaksimalkan perolehan donasi. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi dalam mendukung aksi ini, di mana banyak pengguna jalan dan warga sekitar yang turut memberikan sumbangan dengan sukarela. Dukungan moral yang diberikan masyarakat menjadi penyemangat tersendiri bagi para mahasiswa untuk terus bergerak dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Dari keseluruhan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp4.430.000. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada para korban banjir di Sumatra melalui lembaga kemanusiaan yang terpercaya, agar bantuan dapat tersampaikan secara tepat sasaran dan transparan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa INASS berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meringankan beban para korban bencana.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menumbuhkan nilai-nilai empati dan tanggung jawab sosial. Aksi kemanusiaan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, serta diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.