Gowa – Musyawarah Besar Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan telah dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Aula Gedung B Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 21.30 WITA dan menjadi forum tertinggi dalam sistem organisasi kemahasiswaan di tingkat institut. Musyawarah Besar berfungsi sebagai wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus sarana pengambilan keputusan strategis yang menentukan keberlanjutan kepemimpinan DEMA.
Pelaksanaan Musyawarah Besar ini bertujuan untuk mengesahkan program kerja yang telah dilaksanakan oleh pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan periode 2024–2025. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan agenda pemilihan Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa periode 2025–2026 sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang demokratis, transparan, dan akuntabel dalam organisasi mahasiswa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh delegasi dari berbagai Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berada dalam lingkup Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan, serta pengurus aktif Dewan Eksekutif Mahasiswa. Dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Besar ini, salah satu delegasi dari HMPS Hukum Tata Negara (HTN) juga diberikan amanah sebagai presidium sidang, yang memiliki peran strategis dalam memimpin jalannya persidangan agar berlangsung secara tertib, sistematis, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.
Berdasarkan hasil pemilihan Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa, forum Musyawarah Besar menetapkan Syahrir Hidayat, mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara semester V, sebagai Ketua Umum DEMA Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan periode 2025–2026. Dalam visi kepemimpinannya, Syahrir Hidayat menegaskan komitmen untuk “menjadikan DEMA sebagai wadah aspirasi pengembangan mahasiswa/i yang unggul, kritis, berintegritas, serta berwawasan luas, yang mampu berkontribusi dan memberikan dampak sosial yang positif bagi kehidupan kampus dan masyarakat.” Terpilihnya kepemimpinan baru diharapkan dapat memperkuat peran DEMA sebagai representasi mahasiswa dalam pengembangan keilmuan, advokasi, dan pengabdian sosial di lingkungan kampus.
Aldi Taufik

