Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) mengikuti kegiatan pembekalan English Camp yang berlangsung di Aula Kampus INASS pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Hardiani Ardin, S.Pd., M.Pd., dan menghadirkan dosen Bahasa Inggris, Dr. Nurfajri Ningsih, M.Pd., sebagai pemateri utama.
Kegiatan pembekalan ini dilaksanakan sebagai persiapan mahasiswa sebelum mengikuti rangkaian English Camp. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta kesiapan mahasiswa menghadapi aktivitas akademik berbasis praktik.



Dalam sambutannya, Hardiani Ardin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa English Camp menjadi salah satu wadah pembelajaran yang dirancang untuk membentuk mahasiswa aktif dan komunikatif. “English Camp bukan hanya tentang belajar bahasa Inggris di dalam kelas, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata dan membangun keberanian untuk berkomunikasi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari agar kemampuan berbicara berkembang secara alami.
Sementara itu, Dr. Nurfajri Ningsih, M.Pd., dalam sesi materi menyampaikan pentingnya kesiapan mental dan kemampuan kolaborasi selama mengikuti English Camp. “Mahasiswa harus berani mencoba, aktif berdiskusi, dan tidak takut melakukan kesalahan ketika berbicara menggunakan bahasa Inggris,” katanya di hadapan peserta.
Ia menerangkan bahwa kemampuan bahasa tidak hanya diukur dari teori, tetapi juga dari konsistensi praktik yang dilakukan mahasiswa. Karena itu, English Camp dinilai dapat menjadi sarana efektif untuk melatih keterampilan speaking, listening, hingga kerja sama tim dalam suasana yang lebih komunikatif.
Dr. Nurfajri Ningsih, M.Pd., juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang pengembangan diri. Menurutnya, mahasiswa yang aktif dalam kegiatan praktik cenderung memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas.
Peserta pembekalan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Beberapa mahasiswa aktif berdiskusi, mencatat materi, dan terlibat dalam sesi interaktif bersama pemateri. Situasi tersebut mencerminkan tingginya minat mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui pendekatan praktik langsung.
Salah satu peserta kegiatan menyampaikan bahwa pembekalan tersebut memberikan motivasi baru bagi mahasiswa sebelum mengikuti English Camp. Ia menilai materi yang disampaikan pemateri membantu mahasiswa memahami pentingnya keberanian dan konsistensi dalam menggunakan bahasa Inggris.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi pengarahan teknis terkait pelaksanaan English Camp. Panitia menjelaskan aturan kegiatan, pola interaksi peserta, serta target pembelajaran yang akan dicapai selama program berlangsung.
Program Studi Tadris Bahasa Inggris INASS terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kegiatan pengembangan akademik dan keterampilan berbahasa. Melalui pembekalan ini, kampus berharap English Camp dapat menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya meningkatkan kompetensi bahasa Inggris mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter percaya diri, disiplin, dan mampu bekerja sama dalam lingkungan akademik.
Miswar