Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) kembali menghadirkan inovasi dalam ruang edukasi digital melalui kegiatan “International Podcast” di platform Tiktok Live yang dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 16.00–17.00 WITA. Kegiatan tersebut berlangsung dari Ruang Humas Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan dan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi publik, edukasi, serta penguatan eksistensi institusi di ruang digital.




Live bernuansa internasional ini menghadirkan dua narasumber dari Australia, yakni Paul Bennetts (Life Coach and Health Educator) dan David Jedtovic (Managing Director, Behavior, Support Practitioner, and rehabilitation therapist), dengan Patur Rahman, S.Pd., M.Pd (Kepala Bagian Humas) sebagai host. Kehadiran narasumber dari luar negeri memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan pelaksanaan Live TikTok INASS sebelumnya sekaligus memperluas perspektif dalam membahas isu kesehatan yang memiliki relevansi universal. Tema yang diangkat, “Healthy Lifestyle and How to Quit Smoking” (Gaya Hidup Sehat dan Upaya untuk Berhenti Merekok), menjadi ruang diskusi untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat serta strategi dalam mengurangi dan menghentikan kebiasaan merokok.
Secara substantif, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga diarahkan untuk mengedukasi, menginspirasi, dan mendorong masyarakat agar mampu menerapkan pola hidup yang lebih sehat serta terbebas dari paparan asap rokok. Melalui perspektif yang disampaikan oleh kedua narasumber, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa perubahan gaya hidup merupakan proses yang membutuhkan kesadaran, komitmen, dan konsistensi. Pemanfaatan TikTok sebagai medium edukasi juga menunjukkan bahwa transformasi digital dapat dimanfaatkan secara konstruktif untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada generasi muda dan masyarakat secara lebih luas.
Tidak hanya rokok, obrolan tersebut juga membahas tentang bahaya kafein dalam kopi, dan juga alternatif pengganti rokok seperti “Vape”. Dalam pembahasan tersebut, Mr. Paul sangat merekomendasikan untuk mengurangi konsumsi kafein atau bahkan tidak mengonsumsi sama sekali karena memiliki zat adiktif dan berbagai dampak negative lainnya. Sementara “vape” ditegaskan lebih berbahaya dari segi frekwensi konsumsinya dibandingkan rokok. Mr. David mengatakan “ketika menghisap sebatang rokok, dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, orang biasanya akan mematikan rokoknya dan Kembali melanjutkan aktifitas; namun, berbeda dengan vape membutuhkan durasi yang jauh lebih lama untuk dihabiskan, terutama bagi mereka yang kecanduan” pungkasnya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Kepala Biro Humas, Admisi dan Kerjasama untuk membangkitkan nuansa internasional di kampus INASS. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi institusi sekaligus menghadirkan konten edukatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran narasumber internasional menjadi langkah strategis dalam membangun ruang pertukaran pengetahuan lintas negara dan memperkenalkan INASS dalam perspektif yang lebih global. Melalui kegiatan ini, INASS menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi serta menjadikan media digital sebagai ruang edukasi, kolaborasi, dan pengembangan wawasan Masyarakat, terutama dalam kampanye Kesehatan.
Aldi Taufik