Gowa, 17 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Hukum Tatanegara (HTN) Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Bawaslu Kabupaten Gowa turut terlibat dalam kegiatan pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas) di Kelurahan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya dalam bidang hukum tata negara dan kepemiluan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKL HTN INASS terjun langsung ke lapangan bersama pihak Bawaslu, KPU, serta perangkat kelurahan setempat. Keterlibatan mahasiswa diarahkan untuk memahami secara konkret proses pengawasan dan verifikasi data pemilih, sekaligus melihat bagaimana prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilu diterapkan dalam praktik. Pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori akademik dengan dinamika administrasi kepemiluan di tingkat lokal.

Pelaksanaan Coktas ditujukan untuk memastikan validitas, akurasi, dan kemutakhiran data pemilih melalui proses verifikasi faktual di lapangan. Bagi mahasiswa HTN INASS, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan proses KKL, tetapi juga memberikan pengalaman mengenai mekanisme pengawasan pemilu, koordinasi antarlembaga, serta keterlibatan perangkat pemerintahan di tingkat kelurahan. Proses tersebut memperkuat pemahaman mahasiswa bahwa penyelenggaraan pemilu membutuhkan data pemilih yang akurat serta pengawasan yang dilakukan secara sistematis dan partisipatif.

Keterlibatan mahasiswa HTN INASS dalam Coktas di Bontomarannu menunjukkan bahwa KKL dapat menjadi sarana pembelajaran yang mengintegrasikan aspek teoritis dan praktis dalam pendidikan hukum. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan analitis, memahami persoalan kepemiluan secara empiris, serta membangun kesadaran mengenai pentingnya pengawasan dalam menjaga kualitas proses demokrasi. Kegiatan ini sekaligus memperluas pengalaman akademik mahasiswa INASS dalam memahami praktik hukum tata negara di tengah masyarakat.

Aldi Taufik