MAKASSAR, Mahasiswi Praktik Lapangan Persekolahan II (PLP II) Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) menyelenggarakan program English Course bagi santri Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, Jumat hingga Senin, 16–19 Oktober 2026, di Gedung UMC ini bertujuan meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris santri melalui pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif.









Pembelajaran dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 16.00–17.30 Wita dan 20.00–21.30 Wita. Untuk menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan, mahasiswi PLP II menggabungkan penyampaian materi dengan ice breaking serta permainan edukatif yang berkaitan dengan bahasa Inggris. Para santri pun menunjukkan partisipasi aktif dan antusiasme selama mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari mendengarkan materi hingga terlibat dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
Selain mendapatkan penjelasan materi, para santri mengikuti latihan menghafal dan menyetorkan 15 kosakata bahasa Inggris pada setiap kegiatan sesuai arahan pemateri. Latihan tersebut dilakukan untuk menambah perbendaharaan kata sekaligus melatih kemampuan mengingat kosakata baru. Melalui metode yang bervariasi, mahasiswi PLP II berupaya membangun kebiasaan belajar bahasa Inggris yang lebih menarik dan mudah diikuti oleh para santri.
Pertemuan keempat yang menjadi penutup program berlangsung dengan suasana penuh haru. Pada kesempatan tersebut, mahasiswi PLP II menyampaikan pesan dan kesan kepada para santri agar tetap bersemangat dalam belajar, terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta melanjutkan pembelajaran yang telah diberikan dengan membagikan ilmu kepada adik-adik mereka. Para santri juga menyampaikan ucapan terima kasih atas ilmu, bimbingan, dan kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Tidak hanya mengungkapkan rasa terima kasih, para santri turut mendoakan agar mahasiswi PLP II selalu diberikan semangat, kelancaran, dan kesuksesan dalam menempuh pendidikan serta meraih cita-cita. Bagi para mahasiswi, pengalaman ini menjadi kenangan tersendiri. Kekhawatiran dan rasa kurang percaya diri yang sempat muncul sebelum mengenal para santri perlahan berubah menjadi kebahagiaan dan kebanggaan ketika melihat sikap mereka yang ramah, menyenangkan, serta antusias mengikuti pembelajaran.
Melalui program English Course, mahasiswi PLP II INASS berharap ilmu yang telah dibagikan dapat terus dimanfaatkan dan diteruskan kepada santri lainnya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswi dalam mengembangkan keterampilan mengajar, membangun kedekatan dengan peserta didik, dan menciptakan proses pembelajaran yang interaktif di lingkungan pesantren.
Inayyah