Partisipasi mahasiswa semester 6 Jurusan Tadris Bahasa Inggris Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) dalam Webinar Nasional bertema Manajemen Lembaga Pendidikan Berbasis Ekoteologi menjadi wujud keterlibatan generasi muda akademik dalam memperluas pemahaman mengenai isu pendidikan dan lingkungan. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 12 Mei 2026 tersebut menghadirkan akademisi dan praktisi pendidikan dari berbagai institusi serta diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Webinar nasional tersebut diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) bekerja sama dengan Program Studi Manajemen Pendidikan Syariah Hidayatullah Jakarta dan Perkumpulan Prodi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berupaya membangun kesadaran akademik mengenai pentingnya penerapan nilai-nilai ekoteologi dalam pengelolaan lembaga pendidikan yang berkelanjutan.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Dalam sambutannya, pihak penyelenggara menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam merespons persoalan lingkungan melalui pendekatan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Salah satu narasumber utama, Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A., menegaskan bahwa kepemimpinan lembaga pendidikan perlu dibangun berdasarkan kesadaran ekologis. “Pemimpin lembaga pendidikan harus memiliki kesadaran ekologis dan menjadikan nilai-nilai lingkungan sebagai bagian dari visi institusi,” ujar Sri Rahmi saat menyampaikan materinya.

Ia menjelaskan bahwa konsep ekoteologi tidak hanya dipahami sebagai teori akademik, tetapi juga harus diwujudkan dalam tata kelola lembaga pendidikan secara nyata dan konsisten. Menurutnya, integrasi nilai lingkungan ke dalam budaya organisasi dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas pendidikan sekaligus membangun kepedulian sosial masyarakat terhadap isu lingkungan.

Narasumber lainnya, Dr. Ahmad Afif, M.Si., menyampaikan bahwa pengelolaan lembaga pendidikan berbasis ekoteologi membutuhkan perubahan paradigma kepemimpinan yang lebih responsif terhadap tantangan lingkungan global. “Manajemen pendidikan saat ini dituntut mampu merespons krisis lingkungan dengan pendekatan sistematis dan berkelanjutan,” katanya.

Selain pemaparan materi, moderator kegiatan juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pendidikan. Para peserta menilai webinar tersebut memberikan wawasan baru mengenai keterkaitan antara pendidikan, kepemimpinan, dan kesadaran ekologis dalam kehidupan masyarakat modern.

Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris INASS mengikuti kegiatan tersebut secara aktif hingga sesi diskusi berlangsung. Salah satu peserta, Sultan, mengaku memperoleh pemahaman baru terkait kontribusi dunia pendidikan dalam upaya pelestarian lingkungan. “Kegiatan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana pendidikan dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa webinar nasional tersebut juga memberikan manfaat tambahan berupa e-sertifikat berskala nasional bagi seluruh peserta. Berdasarkan data partisipasi pada ruang Zoom Meeting, kegiatan itu diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia.

Secara umum, webinar ini menegaskan pentingnya integrasi nilai ekoteologi dalam manajemen lembaga pendidikan guna menciptakan sistem pendidikan yang berkelanjutan dan responsif terhadap isu lingkungan. Para narasumber sepakat bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat di tengah meningkatnya tantangan lingkungan global.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai ruang kolaborasi akademik lintas institusi. Selain memperluas wawasan peserta, webinar tersebut juga diharapkan mampu mendorong implementasi konsep ekoteologi secara lebih luas dalam praktik pendidikan di Indonesia.

Miswar