Bahasa bukan lagi sekadar alat berbicara. Di era global, bahasa adalah aset, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan berkelanjutan. Inilah pesan kuat yang menggema dalam Webinar Nasional bertajuk “Language is Currency: From Language Skill to Sustainable Income” yang diselenggarakan oleh UKM Creative Language Forum (CLF) Institut ’Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) pada Jumat, 27 Februari 2026 secara daring melalui Zoom.
Kegiatan yang merupakan program kerja Divisi Hubungan Masyarakat UKM CLF INASS ini diketuai oleh Nanda Amelia, berhasil menarik hampir 100 pendaftar, dengan 76 peserta aktif yang mengikuti kegiatan hingga akhir. Peserta berasal dari berbagai institusi ternama seperti Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Hasanuddin (UNHAS), UIN Alauddin Makassar, Universitas Muhammadiyah Sinjai, Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara, Universitas Terbuka, hingga peserta dari luar Sulawesi seperti UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Antusiasme lintas kampus ini menunjukkan bahwa tema yang diangkat benar-benar relevan dan dibutuhkan.


Sambutan Inspiratif: Bahasa Membuka Masa Depan
Ketua Umum UKM CLF INASS Periode 2025-2026, Bunga Sahruni, membuka kegiatan dengan semangat optimisme generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.
Sambutan sekaligus pembukaan resmi disampaikan oleh Pembina UKM CLF INASS, Dr. Suryani Jihad, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, beliau menegaskan:
“Language is not just about speaking fluently, but about creating opportunities and shaping the future.”
Kalimat tersebut menjadi benang merah webinar: bahwa penguasaan bahasa Inggris bukan hanya soal kefasihan, tetapi tentang membuka akses, membangun jejaring, dan menciptakan peluang nyata.
Dua Narasumber, Satu Pesan Kuat: Skill Bahasa = Peluang Global
Webinar ini menghadirkan dua narasumber inspiratif:
Nurwahida, S.Pd., MA.TESOL, Founder Asana Education and Training sekaligus Pembina UKM CLF INASS Periode 2017–2024.
Mursyidin Yusuf, S.Pd., M.Ed, Awardee LPDP S2 Monash University serta alumni Institut ’Aisyiyah Sulawesi Selatan Angkatan I.
Keduanya membagikan pengalaman, strategi, dan peluang konkret mengenai bagaimana bahasa Inggris dapat menjadi pintu masuk ke dunia profesional, applikasi yg dapat digunakan sebagai income, beasiswa luar negeri, bisnis digital, hingga networking global. Materi yang disampaikan tidak hanya teoritis, tetapi aplikatif dan realistis sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan generasi muda saat ini.
Antusiasme Peserta: “Such Inspiring Stories!”
Respons peserta pun luar biasa. Dari 52 komentar yang masuk, mayoritas menyatakan bahwa webinar ini sangat inspiratif dan membuka wawasan baru.
Beberapa tanggapan peserta antara lain:
“Webinar ini benar-benar sangat berguna bagi saya yang berminat pada bahasa.”
“Bahasa adalah jembatan.”
“Language becomes added value.”
“Such inspiring stories!”
“Kegiatan ini membuat semangat kembali membara untuk menaklukkan dunia dengan bahasa.”
“Materinya bagus untuk scholarship hunter.”
Bahkan ada peserta yang menyatakan bahwa webinar ini memberikan gambaran nyata tentang LPDP dan peluang studi lanjut ke luar negeri.
Lebih dari Sekadar Webinar
Kegiatan ini bukan hanya forum diskusi, tetapi juga ruang kolaborasi dan penguatan jejaring lintas kampus. Kehadiran dosen dan mahasiswa dari berbagai institusi mempertegas posisi UKM CLF INASS sebagai wadah pengembangan kapasitas akademik yang inklusif, progresif, dan visioner.
Dengan suksesnya kegiatan ini, UKM CLF INASS membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menjadi peserta perubahan, tetapi juga penggerak ruang-ruang edukatif yang berdampak luas.
Karena pada akhirnya, seperti yang digaungkan dalam webinar ini:
Bahasa bukan hanya untuk dipelajari. Bahasa adalah profesionalisme yang menjadikan seseorang memiliki value untuk masa depan.
Aldi Taufik_