Kajian IMMawati yang diselenggarakan oleh Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan (PK IMM INASS) dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026, bertempat di Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 16.00–17.30 WITA ini diikuti oleh IMMawati PK IMM INASS sebagai ruang intelektual untuk memperdalam pemahaman keislaman yang berpihak pada nilai keadilan dan martabat perempuan.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kritis IMMawati terhadap isu keperempuanan dalam bingkai Islam yang berkeadilan. Dalam kajian tersebut, PK IMM INASS menghadirkan Musyayyadah Syahrir selaku Koordinator Back to Muslim Identity Community (BMI) Sulawesi Selatan sebagai pemateri utama, dengan pendampingan moderator IMMawati Lisnawati Sappe, Sekretaris Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman PK IMM INASS. Kehadiran narasumber yang kompeten menjadi penguat kualitas akademik diskursus yang dibangun dalam forum kajian ini.

Dalam pemaparannya, pemateri menegaskan bahwa Islam sejatinya tidak secara eksplisit mengatur konsep kesetaraan gender dalam makna penyamaan peran antara laki-laki dan perempuan, melainkan menitikberatkan pada prinsip keadilan. Islam memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan hak-hak perempuan secara adil dalam berbagai aspek kehidupan, baik sosial, politik, ekonomi, maupun kultural. Keadilan inilah yang menjadi fondasi utama dalam memahami relasi gender menurut perspektif Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Lebih lanjut, kajian ini menegaskan bahwa gerakan perempuan dalam Islam tidak dimaknai sebagai upaya menyaingi atau melawan laki-laki, melainkan sebagai ikhtiar kolektif untuk memperjuangkan hak-hak perempuan yang kerap terpinggirkan dan mengalami ketidakadilan struktural. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman PK IMM INASS, yang secara konsisten mendorong penguatan wacana keislaman progresif, reflektif, dan berkeadilan gender di kalangan IMMawati.

Aldi Taufik