Gowa, 16 Juni 2026 - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) melalui Kabinet Nitya Seva Departemen Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan kegiatan ECO SPACE bertema “AI dan Masa Depan Ekonomi: Ancaman atau Peluang bagi Generasi Muda?” pada Selasa (16/6) di Ruangan B1.1 Gedung B INASS. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WITA tersebut menghadirkan Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkajian HIMPOSEP FEB UNM, Andi Gempar Palarungi Taufik, sebagai pemantik diskusi.



Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) serta dampaknya terhadap sektor ekonomi, dunia kerja, dan kesiapan generasi muda menghadapi transformasi digital yang terus berkembang. Dalam pemaparannya, Andi Gempar menjelaskan bahwa AI merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari sehingga generasi muda perlu memahami dan menguasainya agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja di masa depan.
“AI bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi sesuatu yang harus dipahami dan dimanfaatkan secara bijak. Siapa yang mampu beradaptasi akan memiliki peluang lebih besar dalam menghadapi perubahan ekonomi,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa berbagai pekerjaan administratif yang bersifat rutin berpotensi tergantikan oleh sistem otomatis berbasis AI.
Meski demikian, menurut Andi Gempar, perkembangan teknologi juga menghadirkan peluang baru melalui munculnya profesi-profesi yang membutuhkan kemampuan analisis, kreativitas, dan penguasaan teknologi digital. Selain membahas tantangan yang ditimbulkan oleh AI, ia menjelaskan berbagai peluang pemanfaatan teknologi tersebut dalam bidang keuangan, pendidikan, dan bisnis.


Ia menegaskan bahwa penggunaan AI harus tetap memperhatikan aspek etika agar mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Menurutnya, generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku inovasi di era digital apabila mampu menguasai keterampilan yang relevan. Mahasiswa juga didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi turut menciptakan solusi berbasis teknologi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Departemen Pendidikan dan Pelatihan HMPS Ekonomi Syariah periode 2025–2026, Wulan Septia Rahmadani, selaku moderator kegiatan, menyampaikan bahwa ECO SPACE dirancang sebagai wadah diskusi akademik yang membahas isu-isu aktual dan relevan bagi mahasiswa. Menurutnya, tema AI dipilih karena perkembangan teknologi tersebut semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa dan akan memberikan pengaruh besar terhadap dunia kerja di masa mendatang. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih luas tentang AI sehingga dapat melihatnya sebagai peluang untuk berkembang, bukan hanya sebagai ancaman,” ungkapnya.
Kegiatan ECO SPACE ditutup dengan sesi foto bersama antara pemantik dan panitia. Melalui kegiatan ini, HMPS Ekonomi Syariah berharap dapat terus menghadirkan ruang belajar yang responsif terhadap perkembangan zaman sekaligus memperkuat kapasitas intelektual mahasiswa dalam menghadapi era ekonomi digital. Di penghujung acara, Andi Gempar menyampaikan harapannya agar diskusi yang telah berlangsung tidak berhenti pada forum tersebut. “Semoga sejarah kecil hari ini dapat memberikan dampak yang besar di masa depan,” tuturnya. Harapan tersebut menjadi penegas bahwa pemahaman terhadap AI dan perkembangan ekonomi digital perlu terus dikembangkan agar generasi muda mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang hadir di masa depan.
Sutriani