Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan (HMPS Ekonomi Syariah FEBI INASS) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (HIMAWIRA FEB UNM) menggelar Kajian Kontemporer bertema “Business Plan vs Business Survival: Tantangan Nyata Wirausaha Muda” pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruangan BU 211 FEB UNM dan diikuti oleh mahasiswa lintas organisasi serta peserta umum.

Kegiatan Kajian Kontemporer ini menghadirkan Muhammad Bisyri, mahasiswa kewirausahaan sekaligus founder Roti Bakar Kuy, sebagai pemateri utama. Sementara itu, kegiatan dipandu oleh Muhammad Arsyil selaku moderator yang juga menjabat Kepala Departemen Advokasi dan Kaderisasi HMPS Ekonomi Syariah FEBI INASS Periode 2025–2026.

Kajian tersebut membahas perbandingan antara penyusunan business plan dengan realitas bertahan dalam dunia usaha yang penuh ketidakpastian. Diskusi difokuskan pada tantangan wirausaha muda dalam mengelola strategi, mempertahankan konsistensi, serta menghadapi tekanan pasar dan persaingan.

Dalam pemaparannya, Muhammad Bisyri menekankan bahwa keberanian memulai usaha harus dibarengi dengan keyakinan yang kuat terhadap mimpi dan tujuan. Ia menyampaikan pesan motivatif kepada peserta agar tidak mudah ragu ketika menghadapi hambatan dalam proses merintis usaha.
“Orang yang pertama dan terakhir percaya dengan mimpi ta’ kita sendiri ji,” ujar Muhammad Bisyri saat menyampaikan materi di hadapan peserta.

Bisyri juga menilai bahwa banyak wirausaha muda terlalu fokus pada rencana yang ideal, namun kurang siap menghadapi kondisi lapangan yang berubah cepat. Menurut dia, kemampuan bertahan dalam situasi sulit sering kali lebih menentukan keberlanjutan usaha dibandingkan rencana tertulis.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif. Sejumlah peserta menanyakan strategi mengelola modal terbatas, cara membangun pemasaran yang efektif, hingga tips menjaga motivasi ketika usaha belum berkembang sesuai target.

Moderator kegiatan, Muhammad Arsyil, menjelaskan bahwa Kajian Kontemporer ini merupakan salah satu program kerja Departemen Advokasi dan Kaderisasi yang bertujuan meningkatkan wawasan serta membangun daya kritis mahasiswa terhadap isu-isu aktual. Ia mengatakan kolaborasi dengan HIMAWIRA FEB UNM menjadi langkah untuk memperluas jejaring dan memperkaya perspektif peserta.
Arsyil menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi yang relevan untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami teori kewirausahaan, tetapi juga mampu membaca realitas dan tantangan lapangan. Ia menilai bahwa dunia bisnis saat ini menuntut mahasiswa untuk lebih adaptif dan inovatif.
Dalam kesempatan itu, panitia menyampaikan bahwa kegiatan Kajian Kontemporer dibuka untuk umum sebagai upaya memperluas manfaat kegiatan. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang organisasi dinilai memperkuat semangat kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarmahasiswa.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara peserta, panitia, serta pemateri. Dalam foto bersama, tampak peserta membawa atribut organisasi sebagai simbol kerja sama antara HMPS Ekonomi Syariah FEBI INASS dan HIMAWIRA FEB UNM. Melalui kegiatan ini, panitia berharap kajian serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat literasi kewirausahaan mahasiswa. Kolaborasi lintas kampus juga diharapkan menjadi pintu pembuka bagi program-program lanjutan yang lebih luas dan berdampak.

Sutriani