GOWA — Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) memperkuat penerapan Outcome-Based Education (OBE) melalui Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Aula Gedung B INASS tersebut menghadirkan Dr. Nasrun, S.Pd., M.Pd., sebagai pakar perancangan pembelajaran dari Universitas Muhammadiyah Makassar untuk memberikan pendampingan kepada para dosen.

Workshop ini digelar untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran agar lebih berorientasi pada capaian pembelajaran (learning outcomes). Melalui penyusunan RPS berbasis OBE, dosen didorong untuk memastikan keterkaitan antara capaian pembelajaran, materi, metode pembelajaran, aktivitas mahasiswa, serta asesmen yang digunakan selama proses perkuliahan.

Dalam pendekatan OBE, perencanaan pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi yang disampaikan dosen, tetapi juga pada kemampuan yang diharapkan dimiliki mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Karena itu, penyusunan RPS menjadi tahap penting untuk menerjemahkan capaian pembelajaran ke dalam proses perkuliahan yang terukur, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Dr. Nasrun, S.Pd., M.Pd., memberikan pendampingan langsung kepada dosen selama kegiatan berlangsung. Melalui workshop tersebut, para peserta mendapatkan penguatan mengenai prinsip-prinsip perancangan pembelajaran serta bagaimana menyusun RPS yang mampu menghubungkan capaian pembelajaran dengan strategi pembelajaran dan sistem evaluasi yang sesuai.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi dosen untuk meninjau dan menyelaraskan kembali perangkat pembelajaran yang akan digunakan pada Tahun Akademik 2026/2027. Penyusunan RPS berbasis OBE diharapkan dapat membantu dosen merancang pembelajaran yang tidak sekadar menuntaskan materi, tetapi juga memastikan mahasiswa memperoleh kompetensi sesuai capaian yang telah ditetapkan.

Bagi INASS, penguatan OBE merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan. Penerapan pendekatan tersebut menempatkan capaian mahasiswa sebagai salah satu orientasi penting dalam proses pembelajaran, sekaligus mendorong dosen untuk terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas perencanaan dan pelaksanaan perkuliahan.

Workshop penyusunan RPS ini juga mencerminkan komitmen INASS dalam meningkatkan kapasitas dosen dan memperkuat kualitas proses akademik. “INASS selalu berusaha memberi yang terbaik hari ini, esok, dan juga nanti,” menjadi semangat yang menyertai pelaksanaan kegiatan tersebut.

Melalui penguatan penyusunan RPS berbasis OBE, INASS diharapkan dapat terus membangun proses pembelajaran yang terarah, terukur, dan berorientasi pada capaian mahasiswa. Hasil workshop selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam perkuliahan Tahun Akademik 2026/2027 sebagai bagian dari langkah berkelanjutan INASS dalam mewujudkan pembelajaran yang semakin berkualitas.

 Inayyah