Ahad, 10 Mei 2026, mahasiswa semester 6 Tadris Bahasa Inggris INASS, Miswar, melaksanakan kegiatan observasi pembelajaran bahasa Inggris di Happy Institute Gowa. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan akademik biasa, tetapi menjadi pengalaman berharga yang mempertemukan seorang mahasiswa dengan sosok senior yang pernah berjalan di jalan yang sama, lalu berhasil tumbuh menjadi seorang pengajar profesional.
Observasi tersebut dipandu oleh Rival S.Pd., alumni INASS jurusan Bahasa Inggris yang kini aktif mengajar di Happy Institute Gowa. Kehadiran beliau menghadirkan suasana yang hangat dan penuh inspirasi. Bagi Miswar, melihat seorang kakak tingkat yang dahulu pernah duduk di ruang kelas yang sama, mempelajari mata kuliah yang sama, hingga kini berdiri percaya diri sebagai pendidik, menjadi gambaran nyata tentang perjalanan dan masa depan yang ingin dicapai.



Selama proses observasi berlangsung, Miswar menyaksikan bagaimana Rival S.Pd. membangun suasana belajar yang hidup dan menyenangkan. Setiap interaksi di dalam kelas terasa akrab dan penuh semangat. Siswa diajak belajar melalui praktik percakapan, diskusi ringan, hingga aktivitas kelompok yang membuat mereka lebih berani menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Cara mengajar yang komunikatif tersebut menunjukkan bahwa menjadi guru bahasa Inggris bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar pada siswa.
Momen observasi itu terasa semakin bermakna karena Miswar tidak hanya belajar tentang metode pengajaran, tetapi juga belajar dari perjalanan seorang alumni. Dari sosok senior tersebut, ia melihat bahwa proses panjang selama kuliah dapat mengantarkan mahasiswa menuju dunia profesional dengan kemampuan dan pengalaman yang nyata. Apa yang dahulu mungkin hanya menjadi impian di bangku perkuliahan, kini terlihat hidup di hadapannya melalui sosok alumni yang telah berhasil mengabdikan diri di dunia pendidikan.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana INASS membekali mahasiswa Tadris Bahasa Inggris dengan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan mengajar yang relevan dengan kebutuhan pendidikan modern. Mahasiswa tidak hanya diarahkan memahami teori, tetapi juga dipersiapkan untuk mampu hadir sebagai pendidik yang kreatif, adaptif, dan inspiratif di tengah perkembangan zaman.
Di era globalisasi saat ini, kebutuhan terhadap kemampuan bahasa Inggris terus meningkat di berbagai bidang. Hal tersebut membuka peluang luas bagi lulusan pendidikan bahasa Inggris untuk berkarya, baik di sekolah maupun lembaga kursus nonformal. Kehadiran alumni yang telah sukses berkarier menjadi bukti bahwa mahasiswa Tadris Bahasa Inggris memiliki masa depan yang menjanjikan apabila terus mengembangkan kompetensi dan passion dalam mengajar.
Melalui observasi di Happy Institute Gowa, Miswar memperoleh pengalaman yang bukan hanya menambah wawasan akademik, tetapi juga menghadirkan motivasi baru dalam perjalanan studinya. Pertemuan antara mahasiswa dan alumni tersebut menjadi gambaran indah tentang estafet perjuangan di dunia pendidikan—ketika seorang senior yang dahulu pernah belajar, kini hadir membimbing dan menginspirasi generasi berikutnya untuk terus tumbuh dan bermimpi lebih besar.
Miswar.