Darul Arqam Madya (DAM) Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Gowa diselenggarakan pada 13–18 Mei 2026 di Pusat Dakwah Muhammadiyah Gowa (Pusdam). Kegiatan kaderisasi tingkat menengah ini diinisiasi dan dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang IMM Kabupaten Gowa sebagai bagian dari sistem pembinaan ideologis IMM. DAM Nasional tersebut diikuti oleh kader-kader IMM se-Sulawesi Selatan, termasuk partisipasi aktif dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (IMM INASS).






Sebagai wujud komitmen institusional terhadap penguatan kaderisasi berkelanjutan, IMM INASS mengirimkan enam orang delegasi untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan DAM Nasional. Pengiriman delegasi ini tidak sekadar bersifat representatif, melainkan mencerminkan antusiasme dan kesadaran intelektual mahasiswa INASS akan pentingnya proses pengkaderan formal sebagai ruang pendalaman ideologi, nilai, serta sistem perjuangan Muhammadiyah. Para delegasi dipersiapkan untuk berpartisipasi secara aktif dalam diskursus, refleksi ideologis, dan praktik kepemimpinan yang menjadi ciri utama Darul Arqam Madya.
Antusiasme delegasi IMM INASS terlihat sejak awal kegiatan, baik dalam sesi penguatan ideologi Muhammadiyah, pemahaman ke-IMM-an, hingga forum-forum strategis yang mendorong dialektika pemikiran kader tingkat menengah. Keikutsertaan ini menjadi medium pembentukan karakter kader yang tidak hanya loyal secara struktural, tetapi juga kritis, progresif, dan berorientasi pada pengabdian sosial. Dalam konteks ini, DAM Nasional berfungsi sebagai ruang reproduksi intelektual kader Muhammadiyah yang berkemajuan.
Melalui pelaksanaan DAM Nasional IMM Gowa, diharapkan lahir kader-kader menengah yang mampu menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah dalam kehidupan akademik maupun sosial. Bagi IMM INASS, partisipasi aktif enam delegasi tersebut menjadi investasi strategis dalam membangun sumber daya kader yang unggul, berintegritas, dan siap melanjutkan estafet perjuangan IMM. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa antusiasme mahasiswa INASS terhadap kaderisasi merupakan refleksi kesadaran kolektif untuk menjadikan IMM sebagai gerakan intelektual, moral, dan sosial yang berkelanjutan. Taufik Aldi