PINRANG — Institut 'Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) menjadi salah satu topik yang banyak mendapat perhatian dalam Perayaan Milad 'Aisyiyah ke-109 yang berlangsung di Kabupaten Pinrang, Ahad, 31 Mei 2026. Di hadapan lebih dari 2.000 peserta yang berasal dari 24 Pimpinan Daerah 'Aisyiyah se-Sulawesi Selatan, sejumlah pimpinan Persyarikatan secara khusus menyampaikan dukungan terhadap pengembangan kampus tersebut.

Momentum milad yang dipusatkan di Aula Masjid Agung Al-Munawwir Pinrang itu tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang 'Aisyiyah, tetapi juga menjadi ruang untuk membicarakan masa depan amal usaha pendidikan yang dimiliki organisasi. Di antara berbagai agenda yang dibahas, nama INASS berulang kali disebut sebagai aset strategis yang perlu terus diperkuat.

Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., memberikan apresiasi terhadap perjuangan yang dilakukan seluruh jajaran INASS dalam mengembangkan perguruan tinggi tersebut. Menurutnya, kemajuan sebuah institusi tidak lahir secara instan, melainkan melalui komitmen dan kerja kolektif yang berkelanjutan.

“Institut 'Aisyiyah, yang ini bahkan seluruh pimpinannya dari rektor sampai wareg, saya tahu persis ya, bahwa ini dilakukan secara berjuang benar di 'Aisyiyah. Berjuang benar untuk membesarkan dunia pendidikan,” ujar Salmah.

Ia menilai INASS memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang lebih kuat di masa depan. Karena itu, dukungan dari seluruh elemen Persyarikatan dinilai penting agar kampus tersebut dapat terus meningkatkan kualitas dan daya saingnya.

Harapan yang lebih besar juga disampaikan Salmah ketika menyinggung peluang perubahan status kelembagaan INASS menjadi universitas. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan perkembangan perguruan tinggi 'Aisyiyah di berbagai wilayah Indonesia.

“Kita juga berharap bisa berubah menjadi universitas. Saat ini 'Aisyiyah mempunyai 10 perguruan tinggi. Ada yang sudah universitas, ada yang masih institut,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag. Ia mengungkapkan optimismenya bahwa INASS memiliki potensi untuk berkembang menjadi Universitas 'Aisyiyah Sulawesi Selatan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Saya sangat mengharapkan agar institut ini berubah menjadi Universitas 'Aisyiyah Sulawesi Selatan. Saya sudah beri petunjuk-petunjuk kepada ketua BPH-nya, begini caranya,” ujar Ambo Asse.

Menurutnya, perubahan status tersebut akan semakin memperkuat kontribusi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dalam bidang pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan. Ia juga menilai keberadaan universitas baru akan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam.

“Insyaallah mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, juga jadi Universitas 'Aisyiyah, sehingga perguruan tinggi kita di Sulawesi Selatan itu menjadi 14,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Sulawesi Selatan, Dr. Mahmuda, M.Hum., menegaskan bahwa INASS memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar lembaga pendidikan. Menurutnya, kampus tersebut merupakan pusat kaderisasi ulama perempuan, tempat lahirnya pemimpin masyarakat, sekaligus ruang pembentukan agen perubahan bagi umat dan bangsa.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa dukungan terhadap INASS tidak hanya berkaitan dengan penguatan kelembagaan, tetapi juga dengan peran strategis kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan zaman. Karena itu, pengembangan INASS menjadi perhatian bersama di lingkungan Persyarikatan.

Rektor INASS, Dr. Nurhayati Azis, S.E., M.Si., menyambut positif berbagai dukungan yang disampaikan para pimpinan. Ia berharap peringatan Milad 'Aisyiyah ke-109 menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika untuk terus bergerak maju dan meningkatkan kontribusi bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan momentum Milad 'Aisyiyah ke-109 turut menjadi energi positif bagi Institut 'Aisyiyah Sulawesi Selatan untuk semakin maju dan berkembang,” tutur Nurhayati.

Selain menjadi ajang silaturahmi organisasi, perayaan Milad 'Aisyiyah ke-109 juga dirangkaikan dengan Wisuda Sekolah Wirausaha 'Aisyiyah (SWA), peluncuran Pos Bantuan Hukum Keluarga (Posbakum), serta berbagai agenda strategis lainnya. Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, dukungan terhadap INASS menjadi salah satu pesan yang paling kuat mengemuka.

Mengalirnya dukungan dari Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, PWA Sulawesi Selatan, dan PWM Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa INASS memiliki posisi penting dalam peta pengembangan pendidikan Persyarikatan. Dari Pinrang, harapan tentang lahirnya Universitas 'Aisyiyah Sulawesi Selatan kembali digaungkan, membawa optimisme baru bagi masa depan pendidikan Islam berkemajuan di Sulawesi Selatan.

Inayyah