Gowa, 4 Juli 2026 – Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat 'Aisyiyah menyelenggarakan Workshop Penguatan Manajemen Risiko Perguruan Tinggi 'Aisyiyah untuk Mewujudkan Tata Kelola yang Unggul, Berkemajuan, dan Berkelanjutan pada Sabtu, 4 Juli 2026 atau bertepatan dengan 19 Muharam 1448 H. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom mulai pukul 08.00–15.00 WIB ini diikuti oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika Perguruan Tinggi 'Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Institut 'Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS).

Partisipasi Institut 'Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) dalam workshop ini menunjukkan komitmen institusi dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi melalui penerapan manajemen risiko yang terintegrasi. Kehadiran INASS menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan agar mampu menghadapi berbagai tantangan strategis di bidang pendidikan tinggi sekaligus mendukung terciptanya budaya organisasi yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Workshop ini merupakan bagian dari komitmen Majelis Pendidikan Tinggi PP 'Aisyiyah dalam memperkuat budaya manajemen risiko di lingkungan Perguruan Tinggi 'Aisyiyah. Melalui penguatan kapasitas institusi, diharapkan setiap perguruan tinggi mampu mengidentifikasi, menganalisis, mengendalikan, dan memitigasi berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi pencapaian visi, misi, serta tujuan strategis institusi.

Kegiatan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang tata kelola perguruan tinggi serta manajemen risiko, yaitu Dr. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si., Dr. Asri Hidayat, S.ST., M.Keb., dan Prof. Dr. Ir. Sukamta, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Para narasumber menyampaikan pentingnya penerapan manajemen risiko sebagai bagian dari sistem tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance), sehingga setiap kebijakan dan program dapat dirancang secara lebih efektif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Dalam konteks pendidikan tinggi, manajemen risiko tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian terhadap potensi ancaman, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, memperkuat sistem penjaminan mutu, serta memastikan keberlangsungan organisasi di tengah dinamika perubahan lingkungan pendidikan tinggi.

Workshop ini juga menjadi forum berbagi pengalaman dan praktik baik (best practices) antarpimpinan Perguruan Tinggi 'Aisyiyah dalam mengembangkan sistem tata kelola berbasis risiko. Melalui diskusi interaktif dan pemaparan materi, peserta memperoleh pemahaman mengenai penyusunan kebijakan manajemen risiko, pemetaan risiko strategis, hingga implementasi pengendalian risiko pada berbagai aspek penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi.

Bagi Institut 'Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS), keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat implementasi manajemen risiko di tingkat institusi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, berkemajuan, dan berkelanjutan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan sistem tata kelola di lingkungan INASS, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan, efektivitas pengelolaan institusi, serta mendukung pencapaian visi sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing dan berkontribusi bagi masyarakat.

Majelis Pendidikan Tinggi PP 'Aisyiyah berharap kegiatan ini semakin memperkuat sinergi seluruh Perguruan Tinggi 'Aisyiyah dalam membangun institusi yang unggul, profesional, transparan, dan akuntabel melalui penerapan manajemen risiko yang sistematis. Dengan demikian, seluruh Perguruan Tinggi 'Aisyiyah, termasuk Institut 'Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS), diharapkan mampu menghadirkan tata kelola yang adaptif terhadap perubahan serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Bunga